Archive

Archive for September, 2010

Sikap manusia terhadap musibah yang menimpanya.

September 13, 2010 Leave a comment

Dalam hidup ini saya yakin setiap manusia pasti pernah dan selalu menghadapi masalah, cobaan atau musibah. Tidak ada manusia didunia ini yang tidak mempunyai masalah atau tidak pernah menghadapi musibah. karena masalah atau musibah yang kita hadapi merupakan tanda bahwa kita masih hidup di dunia ini. mungkin hanya orang mati saja yang sudah tidak menghadapi masalah atau musibah…tapi saya tidak tahu pasti. dan yang pasti hidup adalah proses menyelesaikan masalah yang kita hadapi untuk menjadi manusia yang lebih baik. karena itulah Alloh SWT menciptakan masalah atau musibah bagi manusia agar kita menjadi lebih baik. Tapi dalam menghadapi masalah, setiap manusia mempunyai sikap yang berbeda beda. Sikap manusia dalam menghadapi masalah atau musibah atau apapun namanya dapat dikelompokkan dalam empat golongan.

  1. Marah. Sikap manusia terhadap masalah atau musibah dengan marah dibagi dalam berbagai tingkatan. tingkatan pertama, manusia tersebut menyimpan marah dalam hati kepada Alloh SWT. sehingga manusia tersebut marah juga terhadap takdir yang telah ditetapkan oleh Alloh SWT. bahkan sikap ini bisa juga mendorong pelakunya menjadi khafir. semoga kita tidak termasuk kedalam golongan manusia tersebut. tingkatan kedua adalah kemarahan tersebut diekpresikan kedalam ucapan. seperti mendoakan kecelakaan atau kebinasaan. sikap ini haram. tingkatan ketiga kemarahan tersebut diekpresikan dalam tindakan fisik. sikap ini juga haram.
  2. bersabar. Manusia tersebut melihat bahwa musibah atau masalah itu sebagai sesuatu yang sangat berat akan tetapi dia masih tetap tabah dalam menghadapinya. dia tidak senang terhadap musibah tersebut tapi imannya masih dapat menjaga agar dia tidak marah terhadap musibah tersebut. dan terjadi atau tidaknya musibah tersebut masih ada perbedaan baginya. Sikap ini dalam menghadapi masalah atau musibah adalah wajib
  3. Merasa Ridha. yaitu sikap dimana manusia merasa ridha terhadap musibah atau masalah yang menimpanya. sehingga ada tidaknya masalah atau musibah adalah sama saja bagi dirinya. dia tidak merasakan musibah tersebut sebagai beban berat baginya. sikap ini adalah sikap yang sangat dianjurkan.
  4. Bersyukur. ini adalah sikap tertinggi dalam menghadapi masalah atau musibah. Sikap ini adalah dimana manusia tersebut malah bersyukur kepada Alloh SWT atas musibah atau masalah yang menimpanya. manusia tersebut sadar bahwa hakikat dari musibah adalah faktor faktor yang dapat menghapus dosanya. bahkan dapat menjadi sumber penambah amal kebaikannya.

semoga kita termasuk golongan keempat dalam menyikapi masalah, musibah yang menimpa kita. amin

diambil dari berbagai sumber.

have nice day ^_^

Array dalam Java

September 5, 2010 Leave a comment

Array dalam Java.

Berikut ini sintaks  array dalam Java

Dalam array terdapat dua element penting yaitu index dan data element. Index adalah sebuah angka untuk menyatakan suatu element pada suatu variable array. Nomer index dalam variable array dimulai dengan angka 0.

Deklarasi array

typeData [] namaVariable = new typeData [jumlahElement];

atau

typeData namaVariable[] = new typeData [jumlahElement];

typeData dapat berupa type data primitive seperti int, long, double. Atau dapat berupa jenis class baik class standar Java atau class buatan sendiri.

Menghitung jumlah element array

int variableSatu = new int [10];   /* jumlah element dalam array adalah 10 */

int jumlahElement = variableSatu.lenght;

Mengakses variable array

Mengakses suatu variable berarti mengisi data ke variable tersebut atau mengambil data dari variable tersebut. Mengakses variable array berarti kita mengakses elemen dari variable array tersebut.

int variableSatu =  variableArray[10];

Mengisi variable array

int [] prima = { 1, 2, 3, 5, 7, 11 };  /* prima[2] bernilai 3 */

Array dua dimensi

typeData [][] namaVariable = new typeData [jumlahBaris][jumlahKolom];

atau

typeData namaVariable[][] = new typeData [jumlahBaris][jumlahKolom];

Mengakses variable array dua dimensi, mengisi variable array dua dimensi juga sama dengan cara yang berlaku pada variable array satu dimensi, yaitu dengan menyebutkan nomor indeks dari elemen. Perbedaanya hanya pada dua dimensi harus menyebutkan indeks baris dan indeks kolom.

Categories: Java Tags: , ,

Overview Java

September 5, 2010 Leave a comment

Java

  • Java adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang mempunyai karakteristik
  1. Berorientasi object. Bahasa Java merupakan bahasa pemrograman yang menerapkan konsep berorientasi object murni
  2. Sederhana dan familiar. Sebagian besar sintaks Java hampir sama dengan sintaks bahasa C/C++ dengan menghilangkan bagian yang membingungkan seperti typedef, pointer, struct, union, multiple inheritance.
  3. Platform independent. Proses kompilasi dari kode program sampai dapat dieksekusi oleh PC sebagai berikut. Kode program .java lalu di-compile menjadi .class. File dengan ekstensi .class disebut bytecode, kode inilah yang di-intepreted oleh mesin untuk menjalankan program java. Untuk dapat membaca bytecode tersebut mesin harus mempunyai java virtual machine. Sehingga jika suatu mesin mempunyai java virtual machine ( JVM ), maka mesin tersebut dapat menjalankan program java tanpa harus melakukan perubahan pada bytecode.        ( Secara Teori )
  4. Automatic garbage collection merupakan teknik yang digunakan Java untuk memusnahkan object yang tidak digunakan lagi sehingga penggunaan memory lebih efisien. Dan juga dapat membantu programmer karena tidak lagi memikirkan dealokasi memory yang digunakan oleh suatu object yang telah diciptakan dan object tersebut tidak digunakan lagi.
  5. Portable. Bytecode dapat dipindahkan dari satu mesin ke mesin yang lain tanpa mengalami perubahan
  6. Multi-thread. Java memberikan dukungan terhadap banyak thread eksekusi yang menangani tugas yang berbeda
  • Java dan Object Oriented Programming. Tujuan dari Object Oriented Programming adalah untuk mempercepat pengembangan, meningkatkan kualitas software, mempermudah perawatan software dan juga mempermudah perubahan dalam proses pengembangan software. Dalam OOP sering digunakan istilah object dan class, object adalah suatu unit yang mempunyai identitas ( nama ), state dan behavior. State merupakan pengetahuan object tentang dirinya sendiri dan object lain sedangkan behavior adalah kemapuan untuk melakukan suatu task atau bekerjasama dengan object lain. Sedangkan class merupakan cetak biru state, behavior suatu object. Pilar utama dalam OOP adalah
  1. Pengkapsulan ( Encapsulation ) adalah pembungkusan data internal object dan menyediakan interface untuk  melakukan akses terhadap data tersebut. Java menyediakan mekanisme untuk melakukan pengkapsulan yaitu dengan memberikan modifier access terhadap data, method pada suatu class. Berikut ini kelompok modifier yang terdapat dalam Java.

Access modifier berlaku untuk class method dan variabel, meliputi modifier public, protected, private, dan default (tak ada modifier).

Final modifier berlaku untuk class,variabel dan method, meliputi modifier final.

Static modifier berlaku untuk variabel dan method, meliputi modifier static.

Abstrac modifier berlaku untuk class dan method, meliputi modifier abstract.

Syncronized modifier berlaku untuk method, meliputi modifier syncronized .

Native modifier berlaku untuk method, meliputi modifier native.

            Storage modifier berlaku untuk variabel, meliputi transient dan volatile

Berikut ini tingkatan modifier pada Java

Modifier Class dan Interface Method dan Variabel
Default (tak ada modifier) Tampak di Paketnya Diwarisi oleh subclassnya di paket yang sama dengan classnya. Dapat diakses oleh method-method di class-class yang sepaket.
Public Tampak di manapun Diwarisi oleh semua subclassnya.Dapat diakses dimanapun.
Protected Tidak dapat diterapkan Diwarisi oleh semua subclassnya.Dapat diakses oleh method-method di class-class yang sepaket.
Private Tidak dapat diterapkan Tidak diwarisi oleh subclassnyaTidak dapat diakses oleh class lain.

 

Modifier Class Interface Method Variabel
Abstract Class dapat berisi method abstract. Class tidak dapat diinstantiasiTidak mempunyai constructor Optional untuk diberikan di interface karena interface secara inheren adalah abstract. Tidak ada badan method yang didefinisikan. Method memerlukan class kongkret yang merupakan subclass yang akan mengimplementasikan method abstract Tidak dapat diterapkan.
Final Class menjadi tidak dapat digunakan untuk menurunkan class yang baru. Tidak dapat diterapkan. Method tidak dapat ditimpa oleh method di subclass-subclassnya Berperilaku sebagai konstanta
Static Tidak dapat diterapkan. Tidak dapat diterapkan. Mendefinisikan method (milik) class. Dengan demikian tidak memerlukan instant object untuk menjalankanya. Method ini tidak dapat menjalankan method yang bukan static serta tidak dapat mengacu variable yang bukan static. Mendefinisikan variable milik class. Dengan demikian, tidak memerlukan instant object untuk mengacunya. Variabel ini dapat digunakan bersama oleh semua instant objek.
synchronized Tidak dapat diterapkan. Tidak dapat diterapkan. Eksekusi dari method adalah secara mutual exclusive diantara semua thread. Hanya satu thread pada satu saat yang dapat menjalankan method Tidak dapat diterapkan pada deklarasi. Diterapkan pada instruksi untuk menjaga haya satu  thread yang mengacu variable pada satu saat.
Native Tidak dapat diterapkan. Tidak dapat diterapkan. Tidak ada badan method yang diperlukan  karena implementasi dilakukan dengan bahas lain. Tidak dapat diterapkan.
transient Tidak dapat diterapkan. Tidak dapat diterapkan. Tidak dapat diterapkan. Variable tidak aka diserialisasi
Volatile Tidak dapat diterapkan. Tidak dapat diterapkan. Tidak dapat diterapkan. Variabel diubah secara asinkron. Kompilator tidak pernah melakukan optimasi

 

  1. Pewarisan ( Inheritance ) menyatakan pewarisan dari suatu class ke class lainnya. Pewarisan dituliskan dengan keyword extends. Java hanya mendukung single inheritance. Dengan pewarisan memungkinkan sub-class mewarisi semua method dan variable dari super-class. Dan memungkinkan sub-class untuk mendefinisikan variable dan mehodnya sendiri.
  2. Polymorphism berarti mempunyai banyak bentuk. Dua objek atau lebih dikatakan sebagai  polymorphic bila objek-objek itu mempunyai antarmuka-antarmuka identik namun mempunya perilaku-perilaku yang berbeda. Pada bahasa pemrograman fungsional yang lain, untuk melengkapi dua pekerjaan yang berbeda diperlukan dua fungsi terpisah dengan nama yang berbeda. Pada  polymorphism memperbolehkan method memiliki beberapa implementasi yang dipilih berdasarkan tipe objek yang dilewatkan pada pengerjaan method, ini dikenal dengan overloading method.