Home > Ren's Notes > Musibah Karena Dosa Kita Sendiri.

Musibah Karena Dosa Kita Sendiri.

December 23, 2010 Leave a comment Go to comments

Renungan salah satu ayat di Al Quran .

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah telah demikian banyak memaafkan. “(QS. 42:30)

Ilustrasi

Pencuri memasuki rumah seseorang di malam hari. Malang, ketika ia menginjak kusen jendela rumah tersebut kusen itu patah. Pencuri terjatuh, kakinya pun patah. Pencuri itu meminta keadilan ke hakim kota dan menuntut pemilik rumah yang telah membuat rumah dengan kusen yang mudah patah. Hakim memanggil pemilik rumah dan mengemukakan tuntutan pencuri tadi. Membela diri, pemilik rumah mengatakan,” Bukan saya yang salah tuan hakim, tetapi tukang yang membuat kusen itulah yang sembrono sehingga kusennya mudah patah.” Hakim memanggil pembuat kusen. Pembuat kusen membela diri dengan mengatakan,” Bukan saya yang salah tetapi tukang semen. Dia telah lalai sehingga ada satu batu bata yang tidak terpasang. Kusen saya di atas bagian yang bolong tadi.” Hakim memanggil tukang semen. “Hari itu, ketika sedang menyemen batu bata, saya melihat perempuan menggunakan baju merah. Karena melihat perempuan itu, satu batu bata tidak terpasang. Bukan salah saya, tetapi salah perempuan itu mengapa menggunakan baju merah.” Perempuan itu dipanggil.” Suamiku lah yang menyuruh aku menggunakan baju merah.” Suaminya pun dipanggil. Ternyata, suaminya adalah pencuri yang kakinya patah. Secara singkat kisah itu hendak mengatakan, pencuri itu kakinya patah sebabnya adalah karena menyuruh istrinya menggunakan baju merah.

Terjadinya musibah pada seseorang TIDAK mungkin terjadi secara acak, musibah yang terjadi pada seseorang karena memang orang itu berhak untuk mendapatkannya atau memang pantas mendapatkannya. Hal ini karena orang itu memenuhi syarat-syarat perlu (necessary) dan cukup (sufficient) bagi terjadinya musibah tertentu menimpa dirinya, pada tempat dan waktu tertentu. Kadang kala rangkaian sebab akibat itu mudah untuk dilihat hubungannya. Dan seringkali rangkaian sebab tidak mudah dilihat karena terlalu banyaknya variabel yang terlibat dalam terjadinya musibah tersebut.

Dan hal yang terpenting dalam menghadapi musibah adalah sikap kita dalam menghadapi musibah tersebut. dan Sikap yang terbaik dalam menghadapi musibah adalah dengan sabar dan tobat.

semoga bermanfaat😀

Referensi : dari berbagai sumber.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: