Home > Ren's Notes > Satu pesan dari Tuhan

Satu pesan dari Tuhan

Dahulu kala ada seorang yang dikenal Soleh, didatangi oleh dua orang yang berbeda, yang satu miskin dan yang satu lagi kaya. Mereka masing-masing mempunyai keinginan untuk meminta nasihat agar hajatnya bisa tercapai. Mereka mempunyai hajat yang sama, yakni : “Sama-sama ingin ditambahkan rizkinya”.

Orang soleh tersebut kemudian berkata kepada sang Kaya, “Bagaimana mungkin kamu juga ingin menambah rizkimu, padahal Engkau sendiri sudah berada dalam keadaan yang berkecukupan?”

Lalu sang Kaya menjawab, “Aku tidak tahu, tapi aku masih merasa kurang saja dengan yang ada padaku sekarang.”

Kemudian, kepada masing-masing orang tersebut, orang soleh menyuruh mereka agar, “Bersyukur.”

“Baiklah wahai teladan, saya akan mengikuti apa yang Engkau perintahkan.” Kata sang Kaya dengan wajah puas berseri-seri atas jawaban orang soleh tersebut. “Tak kusangka, ternyata mudah sekali agar seseorang bisa bertambah Rizkinya.”

Namun Sang miskin, berbeda dengan Sang kaya, ia malah mengeluh, “bagaimana mungkin bisa Aku bersyukur, aku tinggal di rumah yang tinggi atapnya sama dengan kepalaku, tempat tidurku tidak cukup panjang untuk kakiku, dan lauk daging pun masih ku anggap makanan yang mewah.”

Orang Soleh itu tidak menjawab apa-apa, kecuali hanya kembali menegaskan, “Bersyukurlah.. niscaya nikmatmu bertambah…”

“Baiklah, Akan kucoba saranmu itu,” kata sang miskin dengan wajah kesal.

***

Setelah beberapa tahun kemudian, kedua orang tersebut, si miskin dan si kaya akhirnya datang kembali kepada si orang soleh.

Kemudian, orang soleh berkata, “Bagaimana keadaan kalian saat ini?”

Sang kaya menjawab terlebih dahulu, “Luar biasa wahai teladan, rumahku sekarang bertambah luas, hewan-hewan tungganganku bagus-bagus, binatang ternakku semakin banyak, dan panenku melimpah ruah. Aku merasa bersyukur dan bahagia atas keadaanku saat ini.”

Orang soleh menjawab, “Syukurlah kalau begitu.”

Kemudian sang kaya berkata, “Kalau begitu, bolehkah aku minta doamu wahai teladan? Doakan agar Alloh memberikan keberkahan atas setiap Rizki yang kupunya.”

Orang soleh berkata, “Baiklah,” kemudian mendoakannya, “Ya Alloh, berkahilah segala-segala yang ia punya, dan karuniakanlah kebaikan dan rizki yang semakin banyak untuknya.”

Kemudian, tibalah giliran sang miskin untuk menceritakan keadaannya.

“Bagaimana keadaanmu saat ini?” tanya orang soleh.

“Semuanya semakin bertambah kacau. Aku sekarang sudah tidak punya rumah lagi, aku tidur beratapkan langit, dan untuk makanpun aku harus mengemis dari satu pintu ke pintu.”

“Bukankah dahulu aku sudah perintahkan engkau untuk bersyukur?”

“Iya. Namun aku masih merasa tidak ada yang patut aku syukuri, karena begitu sedikit yang aku miliki. dan andaikata aku memiliki sesuatu, pasti barang itu sudah jelek dan tua.”

“Bukankah aku telah memerintahkanmu untuk bersyukur, agar nikmatmu bertambah?” tanya orang soleh itu lagi.

“Maafkan Aku.” Jawab sang miskin. Kemudian ia berkata lagi, “tapi maukah engkau sekarang mendoakanku agar bertambah rizkiku  seperti yang kau lakukan kepada sang kaya tersebut. sungguh aku sangat membutuhkannya.”

Orang soleh kemudian berdoa, “Ya Alloh, mudah-mudahan Engkau memberikan ia kehidupan yang semakin sempit dan rizkinya yang semakin melarat…!”

Sang miskin langsung terperanjat kaget, dan berkata, “Apa yang kau lakukan, bukankah aku meminta kekayaan? Bukan keadaan yang semakin sempit??”

kemudian orang soleh menjawab, “Dahulu bukankah aku pernah menyuruh kamu agar selalu bersyukur atas kenikmatan yang telah engkau dapatkan dari Alloh, baik sedikit mau pun banyak. Bagaimana mungkin Alloh mau untuk menurunkan Rizkinya yang melimpah kepada orang yang tidak pernah mensyukuri nikmatnya, walau pun itu hanya sebutir nasi??”

***

Jadi satu pesan Tuhan adalah

Syukur

Syukur

Sumber

  1. April 9, 2011 at 15:44

    Aduh postingannya banyak banget jd aku baca yg di gambar aja.. Anw aku setuju banget semakin bersyukur akan semankin nikmat.. g peduli dimana posisi kita sekarang..

    • Ren
      April 9, 2011 at 16:17

      Harus pandai bersyukur pokok’e

  2. April 22, 2011 at 06:58

    Hamdan yuwa fii ni’amahu wayuka fii mazidah, yaa Rabbana lakal hamdu kama yanbagi lijalali wajhikal karim wa’adzimi sulthanik…

    • Ren
      April 22, 2011 at 11:32

      Artinya apa itu?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: